Melanggar Perwali 33, Izin Empat RHU Dicabut

Melanggar Perwali 33, Izin Empat RHU Dicabut ilustrasi

ininusantara.com- Selama pandemic Covid-19, tercatat sudah ada empat rumah hiburan umum (RHU) di Surabaya yang saat ini dicabut izinnya atau pencabutan tanda daftar usaha pariwisata oleh Pemkot Surabaya.

Pencabutan surat izin ini, disebabkan ke empat RHU diketahui telah melanggar ketentuan Perwali nomor 33 tahun 2020. Pemkot Surabaya pun teleh mengirimkan surat keputusan pencabutan surat izin ke masing-masing pemiliknya.

"Jadi yang dicabut ini tanda daftar usaha pariwisata, otomatis surat izin dicabut mereka belum boleh beroperasi dulu," kata Kabag Humas Pemkot Surabaya Febriadhitya Prajatara, Sabtu (26/9/2020).

Menurut Febri, pihak pemkot akan tegas dan konsisten menerapkan perwali nomor 33 ini. Sebab itu akan dilakukan pemantauan yang berkelanjutan untuk setiap daerah di Kota Surabaya, khususnya RHU yang ada. Di mana memang sudah ada ketentuan yang termuat dalam pasal 20 dalam Perwali tersebut. Kemudian juga ada ketentuan jam malam di Surabaya.

"Terus memantau situasi kemungkinan dari penyebaran Covid-19 ini," ujarnya.

Diketahui dari keempat RHU ini, merupakan tempat karaoke, diskotek, bar dan panti pijat. Keempat tempat tersebut di antaranya yaitu diskotek dan bar yang berada di Jalan Ngaglik, tempat karaoke di Jalan Manyar dan Jalan Banyu Urip serta panti pijat di Jalan Manyar Kertoarjo. (to2k)