Bawah Pres Card Palsu, Diduga Yusuf Lakukan Penipuan & Penggelapan Sepeda Motor

Bawah Pres Card Palsu, Diduga Yusuf Lakukan Penipuan & Penggelapan Sepeda Motor

ININUSANTARA.COM - PAMEKASAN, Mengaku sebagai wartawan salah satu media online, diduga melakukan kasus penipuan dan penggelapan motor.  Warga kecamatan Batumarmar Pamekasan ini, diamankan pihak kepolisian sektor (Polsek) Batumarmar, Minggu (05/07)

Pihak Polsek mengamankan warga Kec. Batumarmar Pamekasan ini diketahui bernama Yusuf yang diduga sebagai pelaku penipuan dan penggelapan sepeda motor.

Dari hasil penangkapan itu, polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa sepeda motor Honda PCX, warna merah tahun 2019 dengan Nopol L 3069 GE serta pers card.

Hasil penelusuran pihak berwajib, ternyata pers card yang dibawa pelaku adalah palsu. Diduga pelaku juga melakukan pemalsuan dengan jalan membuat sendiri pers card yang digukan sebagai kartu sakti.

Kapolsek Batumarmar, Iptu Safril selfianto membenarkan kalau terduga pelaku mengaku sebagai anggota wartawan media Beritama.id

"Setelah Yusuf kami amankan, dia kedapatan membawa  pers card. Sekarang barang bukti tersebut kami amankan," ucapnya.

Sementara, saat pihaknya melakukan konfirmasi ke Pimpinan Redaksi Beritama.id ditegaskan, bahwa pers card yang dibawa itu adalah palsu.

Lanjut Safril, terduga saat ini sudah dikirim ke Polres Pamekasan untuk pemeriksaan lebih lanjut. "Tersangka Yusuf, sekarang sudah ada di Polres Pamekasan beserta motor dan pers card yang dia miliki," sambung dia.

Dikonfirmasi terpisah, Ahmad Marul Saleh selaku Pemimpin Redaksi Beritama.id  terkait persoalan ini mengatakan, bahwa pers card tersebut palsu dan nama Yusuf tidak terdaftar di box redaksi.

"M Yusuf bukan bagian dari wartawan Beritama.id, perscard yang dibawa dia itu palsu. Karena saya tidak pernah merasa memberikan pers card dan surat tugas atas nama itu," terang Marul.

Marul berharap kepada pihak kepolisian untuk bisa mengusut tuntas dugaan pemalsuan tersebut. Karena demi nama baik wartawam dan nama baik media Online Beritama.id

"Saya sangat geram dengan kejadian ini, karena telah mencoreng nama baik wartawan juga mencoreng nama baik media Online Beritama.id," pungkasnya. (Y4NT/IN01)