Suko Widodo : Dispendik Kota Surabaya Jangan Gegabah Ambil Keputusan

Suko Widodo : Dispendik Kota Surabaya Jangan Gegabah Ambil Keputusan

ININUSANTARA.COM - SURABAYA, Pemberlakuan dan penerapan sistem belajar mengajar secara langsung dalam kelas yang akan dilaksanakan pada 13 juli 2020 mendatang masih menjadi perbincangan dikalangan masyarakat dan para pengamat.

Pasalnya kegiatan yang rencananya akan dimulai pada pertengahan Juli itu berpotensi menjadi klaster baru di sekolah ditegah pandemi Covid-19 saat ini.

Pandangan  pro dan kontra dari berbagai pihak khususnya wali murid di Kota Surabaya yang cemas akan kesehatan dan keselamatan anak-anaknya. Apalagi mengingat kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya Supomo yang sampai saat ini susah untuk dihubungi dan diajak rembuk.

Menurut pakar komunikasi politik Unair, Suko Widodo Mengatakan, merujuk pada peraturan  Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Nadiem Makarim, bahwa kegiatan belajar mengajar (KBM) di ruangan kelas tidak dianjurkan pada zona merah.

Hal ini yang sangat tidak memungkinkan dilakukan di Kota Surabaya. Menurutnya pandemi Covid-19 di Surabaya masih tinggi dan berbahaya bagi warga Surabaya apalagi pada anak-anak usia sekolah.

"Pastilah dengan kondisi seperti ini belum memungkinkan kelas off line. Satu satunya jalan ya dg daring. Merujuk pendapat mendikbud bahwa zona merah tidak dibolehkan melakukan peretemuan kelas off line. Masih ada persoalan dg pandemi di surabaya. Ya seharusnya menunggu pandemi landai," kata soko Widodo saat dihubungi oleh ininusantara.com, senin (29/6/2020).

Suko menjelaskan,  jika memang terpaksa harus diterapkan, dispendik Kota Surabaya tidak boleh gegabah dalam penerapannya. Dispendik diharuskan mempersiapkan dan menyiapkan fasilitas sekolah, hal ini penting untuk menjaga kesehatan dan keamanan para guru serta para siswa.

"Jika mau terapkan maka fasilitas sekolah harus siap, guru harus siap, siswa juga harus  siap. Demikian juga perjalanan siswa ke skull harus siap. Nah ini kan tidak mudah, dalam kebijakan ini sebaiknya uji coba dulu, dengan pengawasan super ketat," ujar Suko.

Widodo menambahkan, hal yang penting adalah dispendik kota Surabaya tidak boleh sewenang-wenang menerapka KBM di kelas.

"Dan perlu dicatat kebijakan itu harus melibatkan orang tua siswa. Tidak bisa sepihak," tegasnya. (T02K/IN01)