Gelar Aksi Demo, PMII Pamekasan Tuntut 320 Tambang Galian C Ditutup

Gelar Aksi Demo, PMII Pamekasan Tuntut 320 Tambang Galian C Ditutup

ININUSANTARA.COM - PAMEKASAN, Ratusan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Pamekasan melakukan aksi demo menuntut 320 tambang galian C di Pamekasan ditutup.

Aksi demo diwarnai bentrokan antar mahasiswa dengan petugas. Saat melaksanakan aksinya, PMII Pamekasan di depan kantor Bupati Pamekasan diwarnai kericuhan. Bentrokan massa aksi dengan petugas kepolisian, dipicu kekecewaan mahasiswa yang tidak ditemui oleh Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam.

Satu peserta aksi terlihat dilarikan ke RSUD (Smart) Pamekasan guna mendapatkan perawatan, karena mengalami luka-luka. Korban yang dirawat diketahui bernama Ahmad Rofiqi, Ketua Rayon Sakera PMII Komisariat IAIN Madura.

Hasil pantauan media ini, ratusan PMII Pamekasan berlangsung panas sejak awal. Karena Bupati Pamekasan tidak mau menui aksi tersbut. Sekitar satu jam berorasi Lantaran tak segera ditemui Oleh Bupati Pamekasan, ratusan mahasiswa itu spontan menyeberangi jalan dan berlarian menuju ke rumah dinas bupati.

Korlap aksi demo, Lutfi Yadi menegaskan, aksi yang digelar menuntut Bupati Pamekasan agar menutup 320 tambang galian C, yang diduga ilegal dan liar.

"Beroperasinya ratusan tambang galian C ilegal itu membahayakan penduduk di sekitar tambang. Bahkan ada beberapa titik tambang galian C yang longsor dan menutup akses penduduk," kata Lutfi. (Y4NT/IN01)