Aduan MAKI terhadap Ketua KPK Ditindaklanjuti

Aduan MAKI terhadap Ketua KPK Ditindaklanjuti Firli Bahuri/net

ININUSANTARA.COM – JAKARTA – Anggota Dewan Pengawas (Dewas) KPK, Syamsuddun Haris membenarkan Dewas telah menerima aduan dari Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI). MAKI telah mengadukan Ketua KPK Firli Bahuri terkait dengan dugaan bergaya hidup mewah, menggunakan helikopter milik swasta.

"Laporan terkait penggunaan helikopter oleh Pak Firli Bahuri sudah diterima Dewan Pengawas KPK," ujar Syamsuddin Haris, saat dikonfirmasi, Kamis (25/6/2020).

Menurut Haris, Dewas KPK nantinya akan menindaklanjuti prihal aduan tersebut, sebagaimana tugas Dewas yang diamanatkan pada Pasal 37B ayat (1) huruf d UU KPK yang baru. Namun untuk sementara waktu, Dewas akan mempelajari terlebih dahulu dan mengumpulkan bukti serta fakta terkait aduan tersebut.  

"Semua laporan terkait dugaan pelanggaran etik, pimpinan dan pegawai KPK akan ditindaklanjuti Dewas," tegas Haris.

Sementara Koordinator MAKI, Boyamin Saiman menduga Ketua KPK, Firli Bahuri menggunakan helikopter milik perusahaan swasta untuk kepentingan pribadinya, dalam perjalanan dari Palembang ke Baturaja, pada hari Sabtu, tanggal 20 Juni 2020.

"MAKI telah menyampaikan melalui email kepada Dewan Pengawas KPK berisi aduan dugaan pelanggaran kode etik oleh Firli Ketua KPK atas penggunaan helikopter mewah itu," ungkap Boyamin dalam keterangannya, Rabu (24/6/2020).

Boyamin, berpandangan penggunaan helikopter itu diduga merupakan bentuk bergaya hidup mewah, padahal perjalanan dari Palembang ke Baturaja hanya butuh empat jam perjalanan, menggunakan mobil. Hal ini bertentangan dengan kode etik pimpinan KPK yang dilarang bergaya hidup mewah apalagi larangan bermain golf.

Untuk menunjukkan bukti kegiatan Firli, Boyamin dalam pengaduannya telah melampirkan tiga buah foto, termasuk foro saat Firli menumpangi helikopter berkode PK-JTO tersebut. Helikopter mewah [helimousin], karena pernah digunakan Tung Desem Waringin, atau yang disebut sebagai Helimousine President Air.

Selain itu, Boyamin juga mempersoalkan Firli yang tampak tidak menggunakan masker saat sudah duduk di dalam helikopter. Menurutnya, hal itu bukan penerapan protokol kesehatan yang baik saat wabah Covid-19. Ini bertentangan dengan statemen Firli yang hanya mencopot masker sejenak ketika ketemu anak-anak untuk menyanyikan lagu Indonesia Raya.

“Hal ini bisa diartikan Firli tidak memakai masker, mulai ketemu anak-anak hingga naik helikopter," tukas Boyamin.

Sementara anggota Dewas KPK lainnya, Albertina Ho mengatakan bahwasanya laporan yang diadukan oleh MAKI saat ini tengah dalam proses.

"Sudah , juga dalam proses," terang Albertina.

Diketahui, Peraturan Dewan Pengawas KPK Nomor 1 Tahun 2020 tentang Kode Etik dan Pedoman Perilaku KPK, mengatur insan KPK tidak boleh menunjukkan gaya hidup hedonisme.

"Tidak menunjukkan gaya hidup hedonisme sebagai bentuk empati kepada masyarakat terutama kepada sesama Insan Komisi," demikian bunyi poin 27 tentang aspek integritas aturan tersebut. (12AM)