Golkar : Pemkot Surabaya Setengah Hati Jalankan PSBB

Golkar : Pemkot Surabaya Setengah Hati Jalankan PSBB

Surabaya, INc – Anggota DPRD Surabaya Fraksi Golkar, Arif Fatoni sebut Pemerintah Kota Surabaya rugikan masyarakat karena setengah hati jalankan intruksi penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

PSBB jilid kedua resmi diberlakukan pada Selasa (12/5/2020). Hal ini menambah cerita panjang warga Surabaya harus terapkan phsycal distancing, dan tidak keluar rumah jika tidak penting.

Karenanya Fatoni berharap, kali ini Pemkot Surabaya bersungguh-sungguh dalam penerapan PSBB, agar cita-cita bersama untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dapat tercapai.

"Karena penerapan PSBB jilid pertama ini Pemkot Surabaya masih setengah hati menjalankannya, akhirnya yang kita dapatkan kerugian ekonominya, tapi tujuan PSBB mendisiplinkan masyarakat agar sebaran Covid-19 diantisipasi menjadi tidak tercapai. Sebab itu, dengan perpanjangan PSBB ini mudah-mudahan yang terakhir Pemkot bisa lebih serius," ujar Fatoni saat ditemui di ruangannya, Senin (11/5/2020).

Anggota Komisi A ini juga menjelaskan, agar Pemkot Surabaya fokus dulu dalam penerapan PSBB kali ini. Dan bila jika PSBB berjalan sukses, dapat memikirkan yang lain, seperti pemulihan ekonomi.

Dia menegaskan agar dalam menghadapi wabah ini harus satu persatu dilakukan, agar fokus penanganan ini dapat tercapai.

"Jangan berharap keduanya dapat dilakukan, menyelamatkan nyawa dan menyelamatkan ekonomi. Karena biasanya yang mengharapkan kedua-duanya tidak akan mendapatkan semuanya. Soal ekonomi bisa dibangun kembali manakala nyawa bisa diselamatkan," tegas dia.

Fatoni berpendapat, agar pada penerapan PSBB jilid dua ini, pemkot menggunakan fasilitas kecamatan menjadi posko penanganan dengan melibatkan TNI-Polri, untuk dapat memberikan edukasi dan penindakan terhadap warga yang masih melanggar protokol penerapan PSBB.

Untuk tetap menjaga ketahanan masyarakat ditengah wabah ini, tidak lupa Fatoni ingatkan Pemkot, agar sesegera mungkin mendistribusikan bantuan yang telah disediakan kepada warga.

“Sehingga resistensi dari masyarakat ketika PSBB diterapkan tidak terlalu signifikan," harapnya. (tok)