Dampak Covid-19 Terhadap Pelaku UMKM dan Pekerja Difabel

Dampak Covid-19 Terhadap Pelaku UMKM dan Pekerja Difabel Titik Winarti (kiri) owner Tiara Handicraf mengaku kelimpungan akibat pagebluk Covid-19 (bowo)

Surabaya, INc – Usaha mikro, kecil dan menegah (UMKM) adalah salah satu sektor yang terdampak pagebluk virus Covid-19. Beberapa pelaku UMKM, salah satnya Titik Winarti (50), selama ini dikenal memiliki jiwa sosialnya, telah mempekerjakan 90% pegawai difabel. Mereka berasal dari luar daerah Surabaya, bahkan luar pulau.

Kini, Winarti selaku pemilik Tiara Handicraft, produsen kerajinan tas dan segala berbahan kain, mengaku kelimpungan.

Sebelum pagebluk Covid-19 menyerbu, Tiara Handicraft selalu kebanjiran order dari luar negeri, dan hampir seluruh wilayah Indonesia, tapi kini tidak ada lagi pesanan dari manapun.

Hal paling membuat Titik sedih, adalah harus memulangkan separuh pegawai difabelnya, kembali ke kampung halamannya karena situasi memang benar-benar tidak memungkinkan.

Pegawai difabel Tiara Handicraf (bowo)

“Sudah dua bulan ini kita nggak ada pesanan, bukan sepi lo ya… tapi sama sekali tidak ada pesanan atau pemasukan,” ungkap Titik Winarti.

Dari pada menganggur, separuh pegawainya yang masih ada, dikaryakan untuk memproduksi masker yang saat ini banyak dibutuhkan.

“Masker yang kita buat sekarang ini, belum tahu juga ada yang beli atau tidak, yang penting kita berusaha aja dulu,” ujar Titik.

Titik berharap ada bantuan atau jalan keluar dari pemerintah untuk pelaku UMKM, agar mereka tidak sampai gulung tikar dan memicu bertambahnya jumlah pengangguran di negeri ini. (bowo)