Komnas HAM, Usulkan Sanksi Pelanggar PSBB

Komnas HAM, Usulkan Sanksi Pelanggar PSBB  Choirul Anam, Komnas HAM/net

Jakarta, INc – Guna memberikan efek jera bagi masyarakat, yang melanggar ketentuan dalam masa  Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Pemerintah dihimbau agar membuat aturan saksi kerja sosial, salah satunya aturan ibadah.

Usulan ini disampaikan oleh Komnas HAM, adapun sanksi yang diusulkannya, bagi masyarakat yang melanggar ketentuan PSBB, yakni dengan ikut melakukan kegiatan bermanfaat, misal ikut membantu proses penguburan jenazah korban Covid-19.

“Misalnya, dia (orang) ngotot malah ngajak orang shalat berjamaah di dalam masjid. Sudah diperingatkan sampai 5 kali tetap aja, bahkan ada jamaahnya terpapar Corona juga corona, terus ada yang meninggal tetep ngotot. Kaya gini bisa dikasih sanksi,”  kata Komisioner Komnas HAM Muhammad Choirul Anam kepada wartawan, Sabtu (9/5/2020).

Selain itu, Komnas HAM juga mengusulkan untuk melakukan bersih-bersih masjid atau mungkin dengan denda, memberikan makanan terhadap orang yang membutuhkan selama beberapa hari.

“Sanksi disini menunjukan manfaat bagi masyarakat,” lanjutnya.

Adapun mekanisme pemberian sanksi bisa dilakukannya dengan sistem hukum yang ada, yaitu aparat hukum, seperi Polisi hingga Satpol PP. Kendati begitu, Komnas Ham menilai mekanismenya harus dibuat sesederhana mungkin. Mekanisme ini harus dipikirkan kerangka hukumnya sebagai satu landasan.

“Saran kami memang hukum yang terpadu tersebut. Ada Polisi, Satpol pp, PNS yang bertugas bisa langsung ambil eksekusi.” tutur nya  

Dalam hal ini, petugas diberi kewenangan supaya bisa langsung bertindak tatkala menemukan pelanggaran, tanpa melalui proses pengaduan yang berbelit belit. Syukur-syukur dalam penerapan sanksi ini bisa melibatkan tokoh-tokoh pimpinan setempat.

“Sehingga ketika melakukan eksekusi sanksi. Itu gampang.,” tutupnya. (ram)