Ketua Permadani Diksi, Kami Ingin Sumbangsih Gagasan

Ketua Permadani Diksi, Kami Ingin Sumbangsih Gagasan Dikusi online di Youtube, Permadani Diksi Nasional/istimewa

Surabaya, INc – Setelah mengadakan diskusi online melalui live di youtube, dalam memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), dengan tema ‘Sistem Pendidikan Yang Ideal ditengah Wabah Covid-19’, Minggu (03/05/2020). Ketua Badan Pengurus Pusat Persatuan Mahasiswa dan Alumni Bidikmisi Nasional (BPP Permadani Diksi Nasional), Rizal Maula berharap acara tersebut memberikan sumbangsih gagasan tentang pendidikan di Indoneisa.

“Kami berharap kegiatan ini bisa memberikan sumbangsih gagasan terhadap pendidikan Indonesia tentang sistem pendidikan yang baik ditengah wabah Covid-19," ujar Rzial kepada ininusantara.com, Senin (4/5/2020).   

Acara live di youtube tersebut, menghadrikan tiga narasumber yakni, H. Saiful Huda Ketua Komisi X DPRI RI, Prof. Dr. Arif Satria, SP., M.Si (Rektor Institut Pertanian Bogor), dan Rektor IAIN Jember yakni Prof. Dr.   KH. Babun Suharto, SE., ME sekaligus mewakili sebagai Ketua Forum PTKIN.

Syaiful Huda mengatakan, Pandemi covid-19 ini menjadikan Indonesia darurat pendidikan, dan pembelajaran jarak jauh tidak efektif, karena banyaknya faktor, hanya 20% lebih yang melaksanakan pembelajaran jarak jauh ini.

“Ini tidak efektif, karena hanya 20% yang melaksanakan pembelajaran jarak jauh,” ungkap Syaiful.

Sementara Arif Satria berpendapat dalam pandemi ini ada 4 sektor yang perlu menjadi perhatian. Pertama kesehatan, kedua pendidikan, ketiga ekonomi, dan keempat pangan.

“Selain itu, terdapat juga beberapa prasyarat yang perlu dipenuhi yakni infrastruktur, konten, dan inovasi.” urai Arif

Babun Suharto menjelaskan, bahwa pembelajaran di tengah pandemi covid -19 ini, harus ada ketersediaan jaringan yang kuat, dikatakan pula situasi di Kementrian Agama (Kemenag) saat ini, kami sudah tidak berdaya karena terkait dengan anggaran.

Bantuan Operasional Pendidikan Tinggi Negeri (BOPTN) lanjut Babun, anggaran tersebut 100% di hemat oleh Kementerian Agama sehingga kalau berbalik kepada UU nampaknya pemerintah sudah tidak bijak melaksanakan UU pendidikan yakni 20%.

“Terkait masalah anggaran kami tidak berdaya,” keluh Babun.

Kendati begitu Babun berpesan agar kita harus berfikir positif, optimis, tidak boleh lemah harus tetap berusaha, kemudian bisa mengambil hikmah.

Kegiatan ini dilaksanakan 5 sesi, di mulai pukul 08.00-22.00 WIB. Sesi pertama di mulai pukul 08.00-10.00 WIB. Diskusi ini diikuti oleh ratusan penonton yang di pandu langsung oleh Rizal Maula, Ketua Umum Permadani Diksi Nasional Periode 2019-2021 . (ram)