Pilwali Surabaya 2020. Dukungan Semangat Buat Cak Machfud

Pilwali Surabaya 2020. Dukungan Semangat Buat Cak Machfud Ketua APSM, Zaenal Abidin (ist)

Aliansi Peduli Surabaya Maju: Penundaaan itu justru menambah dukungan warga agar Cak Machfud jadi Wali Kota Surabaya.

Surabaya, INc – Meski pemerintah sepakat menunda pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020, tidak serta membuat sejumlah bakal calon pemimpin daerah ‘berdiam’ diri tanpa melakukan sesuatu, hingga ada penetapan resmi jadwal pelaksaan pemilihan.

Kondisi tersebut terlihat dari berbagai kegiatan yang dilakukan oleh calon Wali Kota Surabaya, Machfud Arifin, pasca pengumuman penundaan Pilkada Serentak oleh pemerintah, Senin (30/3/2020) lalu. Penundaan terpaksa dilakukan untuk menghidari penyebaran Covid-19 yang tengah mewabah di sejumlah wilayah Indonesia.

Seiring pandemi Covid-19 yang melanda Surabaya dan Jawa Timur, Machfud Arifin berempati dengan memberi sejumlah bantuan, baik untuk tim medis atau warga Surabaya. Khusus untuk dokter, tenaga medis dan pekerja di sejumlah rumah sakit yang merawat pasien Covid-19 di Jawa Timur, Machfud Arifin memberi bantuan berupa alat pelindung diri (APD).

“Bantuan yang diberikan menjadi penting untuk percepatan layanan bagi siapapun, terutama tenaga medis yang membutuhkan APD. Mereka adalah ujung tombak penanganan Covid-19 yang harus kita support,” tutur pria yang kini akrab disapa Cak Machfud, saat penyerahan bantuan yang diterima Gubernur Khofifah Indar Parawansa, Kamis (26/3/2020) lalu.

Untuk warga Surabaya, Cak Machfud pun tidak ‘berpangku tangan’. Bersama relawan yang ber-tagline ‘Surabaya Maju. Cak Machfud Arifin’, di beberapa penjuru kampung di Surabaya disemprot disinfektan. Sedangkan warga kampung mendapat pembagian masker dan hand sanitaizer. Pemberian sembako bagi buruh pabrik, sopir, dan warga yang perekonomiannya terdampak Covid-19. Seluruh pembagian ini tak berbayar alias gratis. Dan akan terus dilakukan secara bergantian dan berpindah lokasi.

Atas langkah dan gerak cepat Cak Machfud itu, sangat beralasan jika kaum milineal yang tergabung dalam Aliansi Peduli Surabaya Maju (APSM) memberi apresiasi khusus terhadap mantan Kapolda Jatim itu.

“Apa yang dilakukan Machfud Arifin, adalah sikap yang bermanfaat dan tepat sasaran. Kami yakin, gerakan itu dilakukan bukan semata-mata karena kepentingan Cak Machfud mengikuti Pilwali. Tapi lebih utama karena dilandasi rasa empati, rasa sosial kemanusiaan, terhadap warga yang terdampak Covid-19,” ujar Ketua APSM, Zaenal Abidin, saat dijumpai ininusantara.com

Mantan aktifivis ini menilai, apa yang dilakukan tersebut, secara tidak langsung sangat berpengaruh terhadap elektabilitas Cak Machfud dalam kontestasi Pilwali Surabaya mendatang. Mengingat warga akan menilai sendiri dan menjadi pertimbangan untuk memilih dia saat pelaksaan pemilihan.

“Sekali lagi, kami menilai langkah tersebut bukan kampaye atau pencitraan. Melainkan bertujuan untuk membantu sesama akibat pandemi Covid-19,” imbuh Zaenal.

Lebih lanjut dia menambahkan, bahwa dengan penundaan pelaksanaan Pilkada Serentak 2020 justru membuat 'keuntungan’ bagi Cak Machfud. Mengingat, langkah yang dilakukan belakangan ini berdampak positif bagi calon Wali Kota kelahiran kampung Ketintang Surabaya itu.

“Terpenting lagi, kami senantiasa berharap Cak Machfud tetap bersemangat dan tetap berkiprah sambil menunggu kepastian pelaksanaan Pilkada,” ujar warga Kalibokor ini.

Di sisi lain, imbuh Zaenal, APSM akan berupaya memberi dukungan sepenuhnya dalam kontestasi Pilwali sehingga ‘Surabaya Maju’ dapat terwujud di bawah kepemimpinan Machfud Arifin.

Sekedar diketahui, akibat penundan Pilkada Serentak, Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengusulkan tiga opsi waktu pelaksanaan Pilkada serentak.

Opsi pertama, penundaan selama tiga bulan dari jadwal yang ditetapkan sebelumnya, September 2020. Dalam opsi itu, pemungutan suara dijadwalkan berlangsung hari Rabu tanggal 9 Desember 2020. Opsi kedua, penundaan selama enam bulan, sehingga pemungutan suara dilaksanakan hari Rabu tanggal 17 Maret 2021. Dan opsi ketiga, penundaan selama 12 bulan. Jadi, pemungutan suara dijadwalkan hari Rabu tanggal 29 September 2021. (cb/tok)