Pilbup Sidoarjo 2020. Elektabilitas Gus Muhdlor Tertinggi

Pilbup Sidoarjo 2020. Elektabilitas Gus Muhdlor Tertinggi Gus Muhdlor saat menyapa para ibu-ibu di sebuah pasar tradisional di Sidoarjo (net)

Tiga besar versi survei ITS-JTV : Gus Muhdlor, Cak Nur, dan Gus Wawan

Sidoarjo, INc – Jelang perhelatan pemilihan bupati (Pilbup) Sidoarjo 2020, muncul sejumlah survei yang dilakukan lembaga tertentu terkait sosok bakal calon bupati (bacabup). Salah satunya, adalah Tim Survei Pilkada ITS yang bekerjabareng dengan JTV. Hasil survei menunjukkan, sosok bacabup Gus Muhdlor atau Ahmad Muhdlor Ali memiliki elektabilitas tertinggi.

Dalam survei yang menggunakan metodologi sampling morgan dengan sampel 360 populasi tersebut, sebanyak 15, 88 persen dari responden memilih nama anak keenam dari KH Agoes Ali Masyhuri, seorang tokoh besar Nahdlatul Ulama (NU) dan juga Pengasuh Pondok Pesantren Progresif Bumi Shalawat di Sidoarjo itu.

Selanjutnya, elektabilitas tertinggi kedua dan ketiga dipegang oleh Nur Ahmad Syaifudin atau Cak Nur dengan 7,22 persen, dan Sulamul Hadi Nurwawan (Gus Wawan) dengan 3,47 persen. Kemudian berturut-turut dibawahnya terdapat nama Bambang Haryo (BHS), Ahmad Amir Aslichin (Mas Iin), Bahrul Amig (Mas Amig), Kelana Aprilianto (Mas Kelana), dan Khoirul Anam, serta terakhir Agung Sudiyono.

Secara elektabilitas menempati posisi pertama, namun dalam daftar popularitas Gus Mudhlor tidak lebih dikenal dari Cak Nur. Cak Nur menempati posisi pertama dengan 50,56 persen. Gus Mudhlor hanya 49,17 persen di posisi kedua.

Pakar Statistika dan juga Tenaga Ahli Tim Survei Pilkada ITS, Agnes Tuti Rumiati menyebut, hasil berbeda antara popularitas dan elektabilitas bisa dijelaskan dari posisi Cak Nur yang menjadi Wakil Bupati Sidoarjo dan kini menjabat sebagai Bupati Sidoarjo.

“Sepak terjangnya yang sudah dijalankan selama kepemimpinan beliau sudah bisa dibaca masyarakat. Sedangkan yang, Gus Mudhlor misalnya, itu belum terbaca. Kalau Cak Nur sudah lebih terbaca. Masyarakat sudah bisa menentukan, menilai, kepemimpinan beliau,” ujar Agnes, saat merilis hasil survei di Surabaya, Kamis (12/3/2020).

Hasil survei ini masih bisa berubah, imbuh Agnes, sebab Pilkada masih beberapa bulan lagi. Cak Nur sebagai bakal calon petahana memiliki peluang besar dalam menggeser posisi Gus Mudhlor. Sebab, masih ada 68,06 persen responden yang belum memutuskan pilihan pada Cak Nur.

“Masih tinggi. Perlu ada effort besar lagi, untuk Cak Nur. Merayu lagi. Tetapi sekarang menjadi lebih jelas. Saat jadi wakil bupati, kesempatan eksisnya lebih rendah dari bupatinya. Seringkali walaupun misalnya Cak Nur orangnya hebat, tapi kalau tampilnya kecil, kan tidak terbaca oleh masyarakat. Ini perlu digenjot lagi. Bagaimana mempromosikan dirinya. Kalau beliau (sekarang) punya peluang menjadi bupati lebih tinggi,” papar Agnes.

Hasil survei juga mengungkap kriteria-kriteria utama dari seorang pemimpin yang diinginkan oleh warga Sidoarjo. Kriteria terpenting yaitu jujur dan tidak korupsi. Kemudian disusul kapasitas menyelesaikan beberapa persoalan seperti ekonomi, lingkungan, pendidikan, dan kesehatan. (totok/cb)