Kaldera Gunung Bromo Bakal Disterilkan

Kaldera Gunung Bromo Bakal Disterilkan Kawasan kaldera Gunung Bromo (net)

Probolinggo, INc – Siapa yang tidak mengenal kawasan Gunung Bromo. Pemandangan alam nan eksotik memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan domestik dan turis manca. Terlebih peristiwa sun set yang begitu mempesona, yang begitu sayang jika dilewatkan.

Namun, dalam waktu dekat ini, ada larangan yang dikeluarkan oleh pihak Taman Nasional Bromo, Semeru (TNBTS). Dikabarkan, kawasan kaldera lautan pasir Gunung Bromo bakal disterilkan dari bunyi bising kendaraan.

Larangan tersebut terkait dengan peringatan Bulan Kapitu kalender Suku Tengger dari tanggal 23 Januari-25 Februari 2020 mendatang.

"Semua kendaraan tidak boleh masuk ke kaldera lautan pasir gunung Bromo mengunakan kendaran bermotor," tegas Kepala Seksi Wilayah 1 TNBTS, Sarmin kepada media, Senin (6/1/2020).

Sarmin menyebut, untuk wisatawan atau masyarakat yang akan berkunjung ke kawasan kaldera bisa menggunakan alat transportasi kuda atau berjalan kaki.

“Kegiatan warga suku Tengger dalam memperingati bulan kapitu juga ingin melestarikan ekosistem di wilayah tersebut. Selama sebulan kawasan kaldera akan bebas dari asap kendaraan," imbuh Sarmin.

Semua pihak TNBTS bersama dengan masyarakat Suku Tengger dan pelaku usaha di kawasan Bromo serta Dinas Pariwisata sudah menggelar rapat koordinasi. Karena itu, mereka akan gelar rapat lanjutan pada 8 Januari besok.

Sementara itu, Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Probolinggo, Bambang Suprapto menuturkan Bulan Kapitu merupakan bulan ketujuh dari perhitungan kalender Suku Tengger.

“Di bulan tersebut, umat Hindu menggelar peribadatan karena bulan tersebut masuk bulan yang disucikan. Bulan Kapitu digelar setiap tahunnya. Untuk Bulan Kapitu tahun 2020 akan digelar sebulan sejak 23 Januari," urai Bambang.

Kaldera lautan pasir Gunung Bromo dalam peribadatan ini disepakati bagi warga dan wisatawan untuk tidak menggunakan kendaraan bermotor atau mobil ke lokasi tersebut. Selain masuk kawasan sakral, juga untuk melestarikan ekosistem di wilayah tersebut. (markus/cb)