Warga Kediri Resahkan Pembuangan Limbah

Warga Kediri Resahkan Pembuangan Limbah Warga Kota Kediri resah dengan kehadiran limbah di sekitar kampungnya (foto: net)

Kediri, INc – Baru-baru ini, warga Kota Kediri dibuat puyeng akibat ‘kehadiran’ limbah kertas yang mengganggu lingkungan. Warga yang merasa terganggu, khususnya warga di Kelurahan Blabak, lantas mengadu ke pemerintah kota (Pemkot) Kediri.

"Tim sudah meninjau lokasi terkait adanya aduan masyarakat terkait limbah di Lingkungan Pagut, Kecamatan Blabak, Pesantren tersebut," ujar Kabid Ketentraman dan Ketertiban Satpol PP Kota Kediri, Nurkhamid di Kediri, kepada jurnalis, Rabu (11/12/2019).

Nurkhamid menyebut jika limbah kertas tersebut dibuang tersebar di beberapa titik di RT 20/ RW 07, serta RT 22/ RW 07, Kelurahan Blabak, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri. Limbah tersebut ada yang masih dikemas di karung serta ada yang dalam kondisi disebar di ladang.

Tim meninjau lokasi yang terdiri dari petugas gabungan baik dari Satpol PP Kota Kediri, hingga perangkat kelurahan. Ditemukan adanya timbunan limbah tersebut. Bahkan, warga ada yang sudah mengungsikan anak maupun cucunya karena tidak kuat menahan bau yang menyengat dari limbah tersebut.

Selain itu, warga juga belum mengetahui dengan pasti limbah itu dari apa. Limbah tersebut mirip dengan sisa pembakaran kertas. Warga hanya merasakan efek dari limbah itu menjadi panas jika terkena air bahkan seperti berasap.

"Informasi dari warga, efek dari limbah tersebut jika terkena air menjadi panas (berasap seperti karbit). Limbah tersebut bila terkena air akan menimbulkan bau yang sangat menyengat, mata menjadi pedih dan membuat sesak nafas," kata Nurkhamid seraya menambahkan jika berdasarkan informasi warga kalau pengiriman limbah kertas tersebut biasanya dilakukan malam hari.

Pasca peninjauan, pihaknya langsung melakukan penyegelan dengan garis pembatas oleh Satpol PP Kota Kediri yang juga diketahui oleh perangkat kelurahan setempat.

Sementara itu, adanya aduan terkait dengan limbah itu juga langsung ditangani oleh Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Pertamanan Kota Kediri. Mereka melakukan penelitian terkait dengan kandungan di limbah yang dibuang sembarangan tersebut.

Sebelumnya, penemuan limbah diduga B3 terjadi di Desa Maesan, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri. Limbah dalam ratusan karung itu dipergunakan sebagai talut sungai di lahan milik Badrul Munir. Kasus tersebut telah ditangani Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kediri dan Polresta Kediri.

Kapolresta Kediri, AKBP Miko Indrayana mengatakan, pihaknya telah memintai keterangan lima orang saksi. Tidak menutup kemungkinan akan menaikkan status dari kasus itu.

“Kami masih menyelidiki kasus ini. Ada beberapa titik yang telah kami datangi dan data. Selain itu kami juga memintai keterangan sejumlah saksi dan memasang garis polisi di lokasi,” pungkas AKBP Miko. (joko/cb)