Pilkada Jember 2020. Cabup Milenial Jadi Harapan Baru Jember

Pilkada Jember 2020. Cabup Milenial Jadi Harapan Baru Jember Sumber : big data iPOL Indonesia

Survei iPol Indonesia : Diterpa ‘sentimen negatif’, Faida terus melaju di bursa cabup Jember. Meski dibayangi sosok muda milenial sebagai rivalnya.

Surabaya, INc – Dinamika pemilihan bupati (Pilbup) Jember 2020 kian menarik. Sosok Faida, sebagai calon petahana, rupanya masih mendapat tempat tersendiri bagi warga Jember. Meski mengalami kritikan, tekanan, dan demonstrasi, Faida tetep keukeuh melaju untuk kali kedua sebagai pemimpin di Jember.

“Meski kerap diterpa sentimen negatif, tak menyurutkan niat Faida untuk kembali berebut kursi Bupati Jember. Ini membuat ekskalasi dinamika Pemilihan Bupati Jember semakin meningkat. Kandidat Calon Bupati Jember pun bermunculan. Terutama dari kalangan muda dan milenial. Mau atau tidak, Faida harus bertarung berat mencari partai politik (parpol),” ujar CEO iPOL Indonesia, Petrus Hariyanto, dalam rilis yang diterima ininusantara.com

Petrus menyebutkan, berdasarkan big data iPol Indonesia mulai November 2019 lalu, muncul sejumlah sosok muda dan milenial yang berani tampil dalam bursa calon bupati (cabup) dan calon wakil bupati (cawabup) Jember, dengan mengusung program perubahan Jember mendatang.

“Para sosok milenial ini tampak serius dalam kemunculan di media massa, sosial media, kegiatan sosialisasi, hingga pengkondisian tim pemenangan,” kata Petrus.

Petrus pun memaparkan, sejumlah sosok tersebut memiliki latar belakang yang beragam. Ada dari pebisnis, profesional, religius, dan nasionalis. Mereka adalah Achmad Anis, Abdus Salam, Haidar Ulum dan Dwi Arya Nugraha Oktavianto (Mas Vian). Kalangan muda ini serius membangun gagasan baru untuk Jember di masa datang.

"Abdus Salam dan Dwi Arya Nugraha Oktavianto (Mas Vian), misalnya. Mereka berani menggebrak dan melawan pakem, memperjuangkan rakyat selain di jalur bisnis bisa dalam jalur politik pemerintahan," tukas Petrus.

Para kandidat ini, lanjut Petrus, memiliki keyakinan jika kaum milenial mulai dipercaya rakyat dan tidak melihat usia. Yang sukses di legislatif maupun eksekutif sudah banyak. Bahkan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun juga memberi kepercayaan pada kaum milenial menjadi staf khususnya.

CEO iPOL Indonesia, Petrus Hariyanto (foto: net)

Menurut pantauan big data iPOL Indonesia, kontestasi di Jember menyebut kandidat petahana memang masih dominan. Faida muncul di pemberitaan cukup tinggi, sebanyak 184 kali. Ironisnya, posisi tersebut juga diiringi sentimen negatif yang tinggi pula.

"Bupati Faida selalu berseberangan dengan DPRD Jember. Karena diduga memperkaya diri dan dinilai banyak melakukan pelanggaran hukum. Framing negatif ini harus segera ditanggulangi oleh Faida, kalau memang masih mau maju untuk dua periode," tukas Petrus.

Kandidat terkuat lawan petahana, yakni Hendy Siswanto yang muncul dengan 67 kali pemberitaan. Lalu, Djoko Susanto yang muncul sebanyak 31 kali.

"Dari sisi potensi dukungan partai, kedua calon ini berebut dukungan PDI Perjuangan, Partai Gerindra, PKB, Perindo, dan Partai Berkarya," imbuh Petrus.

Pada bagian lain, big data iPOL Indonesia juga memantau munculnya sosok milenial lain. Mas Vian yang kini menjabat Ketua Kadin Jember, Ketua Perbasi Jatim, dan Wakil Ketua Kadin Jatim, bukan tidak mungkin menjadi ‘kuda hitam’ di kontestasi Pilkada Jember.

"Sosok Mas Vian kerap dikaitkan dengan Sandiaga Uno. Sebagai pengusaha muda sukses dari generasi milenial, keberanian maju sebagai Cabup Jember terdeteksi dengan pengambilan formulir di Partai Gerindra," kata Petrus.

Mas Vian terpantau menggelar kampanye cerdas melalui kegiatan Dialog Bersama Sandiaga Uno dan Moreno Suprapto selaku mantan pembalap dan anggota DPR RI. Bahkan, imbuh Petrus, belum lama ini Mas Vian juga terpantau menggelar fun bike 'Mengayuh Bersama Menuju Perubahan Jember Maju', yang dihadiri Sandiaga Uno, di sekitar akhir November lalu.

“Dinamika tersebut membuat Pilkada 2020 di Jember semakin menarik. Hadirnya tokoh-tokoh nasional, artis, dan kegiatan berbasis anak muda yang viral, kata Petrus bisa mengindikasikan banyak hal. Akankah dominasi perempuan di Jember akan tumbang? Atau Justru Sebaliknya?" pungkas Petrus. (cb)