BPS, Kenaikan Listrik Gerek Inflasi

BPS, Kenaikan Listrik Gerek Inflasi Badan Pusat Statistik, (foto:net)

Jakarta, INc – Dampak kenaikan listrik akan berpengaruh terhadap inflasi. Sebab tarif listrik merupakan komponen yang sudah diatur oleh pemerintah sehingga apabila terjadi perubahan akan mempunyai pengaruh.

Begitu disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Suhariyanto terkait rencana kenaikan tarif listrik pada 2020 Kantor BPS, Jakarta, Senin (2/12/2019).

"Tarif dasar listrik bobotnya besar pasti akan berpengaruh," kata Suhariyanto

Oleh karenanya, Suhariyanto mengingatkan kenaikan tarif listrik dilakukan hati-hati biar tidak punya efek signifikan bagi masyarakat.

Efek yang ditimbulkan dengan dinaikkanya tarif listrik menurut Suhariyanto bisa mengguncang daya beli masyarakat. Apalagi tahun depan masyarakat juga dihadapkan pada kebijakan lain seperti kenaikan cukai rokok.

“Kami harap tak ada kebijakan terlalu drastis,” ujar Suhariyanto.

Dengan demikian lanjut Suhariyanto, tidak punya pengaruh terhadap administrised prices, mengingat hal ini belum ada kepastian. Berbeda hal nya jika terjadi kenaikan pasti menggerek inflasi.

Kenaikan tarif listrik tegas Suhariyanto berbeda dengan kenaikan iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) karena tidak bakal mempunyai dampak langsung terhadap inflasi.

“Karena masuk ke transfer tidak ke konsumsi kecuali biaya administrasinya,” tutup Suhariyanto. (ram)