Berjalan Sukses, Santripreneur Expo 2019

Berjalan Sukses, Santripreneur Expo 2019 Nuansa Santripreneur Expo 2019, ajang pameran produk wirausahawan kalangan santri yang digelar di UINSA Surabaya (foto: net)

Menpora: Santripreneur Expo 2019 supaya santri tak hanya bisa ngaji

Surabaya, Inc – Santripreneur Expo 2019 telah berakhir. Ajang pameran produk wirausahawan kalangan santri yang digelar di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya tersebut, ditutup tasyakuran Hari Pahlawan, Selasa (26/11/2019) malam.

Pameran bertema "Mewujudkan Wirausahawan Santri di Era Ekonomi Global dan Digital" ini berupaya meneladani semangat berjuang para santri dalam Pertempuran 10 November 1945. Rangkaian kegiatan pameran, edukasi, dan hiburan yang digelar Deputi Pengembangan Pemuda, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) selama tiga hari ini berlangsung semarak.

Asisten Deputi Kewirausahaan Pemuda, Deputi Pengembangan Pemuda Kemenpora, Imam Gunawan menegaskan, target pameran ini memang bukan omzet.

"Expo ini bukan untuk mengejar omzet. Kalau omzet, pasti jualannya di pasar. Iya kan? Expo ini adalah ajang mengukur diri dan untuk menambah kepercayaan diri sebagai pebisnis," ujar Imam.

Imam berharap, 99 peserta Santripreneur Expo 2019, yang diseleksi ketat secara online, dapat pengalaman dan pengembangan diri sebagai pelaku wirausaha, menjadi startup yang bisa terus mengembangkan diri.

“Selain melalui serial capacity building seperti diskusi dan literasi usaha, para peserta juga diharapkan mampu menjalin jejaring bisnis baru setelah bertemu dengan beragam pelaku wirausaha muda. Ajang ini menjadi network building. Mungkin dari sini terjalin mata rantai industri. Yang satu bisa jadi pemasok bahan bagi yang lain, yang lain bisa jadi pemasar. Mudah-mudahan itu terjadi," beber Imam.

Imam berharap, ajang pameran yang digelar Deputi Pengembangan Pemuda Kemenpora ini merupakan salah satu simpul dari rangkaian upaya pemerintah untuk menumbuhkan wirausaha. Selain itu, rangkaian Santripreneur Expo yang digelar setiap tahun ini mampu memunculkan wirausahawan baru dengan potensi luar biasa.

Sebelumnya, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Zainudin Amali mengatakan, Santripreneur Expo 2019 yang diselenggarakan Kemenpora pada 24-27 November di UINSA Surabaya adalah upaya menumbuhkan iklim wirausaha di kalangan santri. Melalui pameran ini, dia berharap santri tidak hanya bisa mengaji.

"Dari ekspo ini, kami harap tumbuh enterpreneur-enterpreneur yang berbasis santri. Supaya santri tidak hanya bisa mengaji, tapi juga berwirausaha. Dengan demikian lapangan pekerjaan akan tersedia dan membantu program pemerintah," ujar Menpora, usai pembukaan expo.

Menurut dia, Kemenpora sangat peduli terhadap program-program pengembangan iklim wirausaha terutama bagi anak muda. Apalagi, kata dia, kegiatan pameran ini dilaksanakan bekerja sama dengan perguruan tingi negeri. Dia juga berharap, ke depan pelibatan peserta semakin luas serta diikuti oleh perguruan tinggi lainnya.

"Karena sekarang program prioritas Pak Jokowi pembangunan dan pengembangan SDM. Dari perguruan tinggi lahir SDM yang tangguh, inovatif, dan berdaya saing. Expo ini salah satu bentuk nyata ke arah sana," ujar Menpora.

Menpora memungkinkan pameran Santripreneur ini bisa bersinergi dengan Program One Pesantren One Product yang sedang dijalankan Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur. Sinergi ini, kata dia, jadi bagian sinergitas antarpemerintah. Baik pemerintah pusat, pemerintah provinsi, maupun pemerintah kabupaten/kota. (tim)