Polisi Gerebek Tempat Perjudian Di Surabaya

Polisi Gerebek Tempat Perjudian Di Surabaya Polisi saat melakukan penggrebekan tempat perjudian di Wiyung dan Bratang (foto: net)

Ada di dua lokasi, Wiyung dan Bratang. Setidaknya 80 orang digelandang ke Mapolda Jatim untuk diperiksa.

Surabaya, INc – Setidaknya 80 orang berjalan beriringan menaiki truk milik polisi. Mereka adalah sekumpulan orang yang diduga melakukan perjudian di dua tempat perjudian di kawasan Wiyung dan Bratang, Kota Surabaya.

Ini terjadi setelah jajaran Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur (Jatim) melakukan penggerebekan dua tempat judi tersebut, Kamis (21/11/2019) jelang tengah malam.

"Malam ini, sesuai perintah Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan, kami melakukan kegiatan pada dua tempat yang diduga ada unsur perjudian, yakni di kawasan Wiyung dan Galaxi," ujar Wakil Kepala (Waka) Polda Jatim, Brigjen Pol Djamaludin, kepada jurnalis.

Djamaludin menyebutkan, penggerebekan di dua tempat perjudian itu dipimpin langsung Direktur Reserse Kriminal Khusus Kombes Pol Gidion Arief Setyawan dan Direktur Reserse Kriminal Umum Kombes Pol R Pitra Andrias Ratulangie.

"Ada sekitar 50 orang yang diamankan di sini (Club Zone Wiyung). Sementara di Galaxi Zone Bratang diamankan sekitar 30 orang," ujar Djamaludin.

Disebutkan, kedua tempat perjudian yang digerebek tersebut berkedok arena ketangkasan. Namun, setelah digerebek, kedua tempat itu menyediakan arena untuk berjudi.

"Izinnya arena ketangkasan. Tadi Anda lihat ada beberapa pemain, ada beberapa mesin. Ada ponsel dan ada angka," cetus Djamaludin.

Sementara cara permainannya adalah pemain masuk lokasi untuk beli koin dan akan mendapat kartu. Kartu tersebut diberikan kasir dan akan ditukar dengan boneka atau ponsel.

"Selanjutnya, ponsel dikembalikan ke kasir untuk ditukar dengan uang tunai," ujarnya.

Djamaludin menandaskan, tempat perjudian itu telah beroperasi selama dua bulan. Sementara untuk omzet perjudian, polisi masih mendalaminya.

"Perjudian sudah berlangsung dua bulan. Untuk omzet masih didalami," ujar dia.

Mengenai siapa pemilik arena perjudian tersebut, Djamaludin mengatakan pihaknya masih akan mendalami dan menyelidiki. Namun, dari penggerebekan tersebut turut diamankan dua orang warga negara Malaysia.

"Di dalam ada yang berpaspor Malaysia. Sementara dia mencari teman, tapi sepertinya dia pengelola," pungkas dia. (markus/cb)