Pesona Kampoeng Batik Jetis

Pesona Kampoeng Batik Jetis sejumlah siswa SD Muhammadiyah Sidoarjo tekun belajar membatik di Kampoeng Batik Jetis. (foto: bowo)

Kampung yang dijadikan jujug-an belajar dan belanja batik di Sidoarjo.

Sidoarjo, INc –  Batik bukanlah barang asing bagi warga Indonesia. Batik telah menjadi identitas bangsa ini, bahkan di luar negeri pun pamornya begitu mencor. Mempesona. Setiap daerah di Indonesia memiliki corak dan ciri khas tersendiri dibatiknya, ini merupakan saksi keanekaragaman warisan nusantara.

Kabupaten Sidoarjo, yang merupakan kota pendukung Surabaya, memiliki kain batik tulis tradisional yang hingga kini masih terpelihara ragamnya. Kampoeng Batik Jetis Sidoarjo menjadi bukti terjaganya kekayaan pusaka sekaligus adiluhung budaya bangsa.

Kampoeng Batik Jetis di Sidoarjo adalah salah satu tempat wisata yang terletak di Desa Lemah Putro dan termasuk kawasan Kecamatan Sidoarjo. Kampung tersebut merupakan tempat wisata yang ramai dengan wisatawan pada hari biasa maupun hari liburan. Tempat ini sangat indah dan bisa memberikan sensasi yang berbeda dengan aktivitas kita sehari-hari.

Akses masuk-keluar di Kampoeng Batik Jetis (foto: net)

Kampung ini sudah ada sejak tahun 1675, tapi mulai dikenal tahun 1950-an. Di kampung Jetis, kita bisa berbelanja kain batik berbagai motif dan warna. Disini pula, kita bisa belajar cara membatik yang langsung dibimbing dan diawasi oleh perajinnya.

Seperti yang dilakukan sejumlah siswa SD Muhammadiyah Sidoarjo, yang dipandu Yanto, si pemilik sanggar.

“Seminggu bisa tiga-empat kali tempat kita menerima tamu, entah dari sekolah atau perkumpulan ibu-ibu. Kami disini sebagai perajin Kampoeng Batik Jetis senang, ternyata masih banyak yang suka dan perhatian dengan batik Sidoarjo," ungkap Yanto kepada ininusantara.com, disela memberi bimbingan pada siswa SD tersebut.

Wisata Kampoeng Batik Jetis memiliki pesona keindahan yang sangat menarik untuk  dikunjungi. Sayang, jika Anda berada di Sidoarjo tidak mengunjungi wisata budaya  yang mempunyai keindahan yang tiada duanya tersebut.

Batik tulis bermotif burung merak adalah salah satu batik khas Sidoarjo. Karena terletak di pusat kota atau tepatnya di Jalan Diponegoro Sidoarjo, sentra batik ini bisa dengan mudah ditemukan. Selain itu, di gapura masuknya terdapat tulisan ‘Kampoeng Batik Jetis’ berukuran jumbo.

Disini terdapat banyak warga yang menjual hasil karya batiknya di rumah masing-masing, dengan pilihan harga yang bervariasi. Selain bisa berbelanja batik, di lokasi ini anda juga bisa melihat secara langsung kegiatan melukis batik di atas kain.

Wilayah Kampoeng Batik Jetis  ini berkembang pesat setelah berdirinya Paguyuban Batik Sidoarjo (PBS), pada 16 April 2008 silam oleh masyarakat setempat. Tujuannya untuk membantu memasarkan dan menjaga kestabiliasan harga jual batik Jetis. Karena sebelum berdirinya PBS, perajin batik susah untuk memasarkan produknya. Lebih miris lagi, tidak sedikit yang gulung tikar. (bowo)